Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Oxford Botanic Garden: Roam Virtually

If there's one place in Oxford that I'd really keen to go and see again someday; it'd be the Oxford Botanic Garden - which was one of the many places that I visited very often - almost every weekend I'd go there to just roam around. Even registered for a yearly pass for the last 2 years! It was sort of a 'hideaway' place from daily routine. Moreover, it is located in the fringe of the city centre - to be exact in the Rose Lane OX1 4AZ, only few mins walking from the Plain - when in the garden; one could easily feel being in the centre where everybody is, whilst at the same time being somewhere secluded in solitude, surrounded by nature.

Yesterday, when I opened the website to find an info about planting, I saw a link that says virtual visit. It's a common thing recently to experience things and locations virtually due to the global pandemic, but I've never heard about this cool thing; that the Botanic Garden can now be visited virtually! It's only a little more than a month since the last time I visited the garden, but I've missed it already; especially the tropical Glasshouse. The last time that I visited with a friend in late June; the Glasshouses were closed due to social distancing. I was so happy to know that the virtual visit applies to the Glasshouses as well. Below are some shots that I took during my 'visit'!

Heading to the Lily House

Even the entrance bit is super lush with greens!

Welcome to the (Water) Lily House


The (Water) Lily House - is my favorite part of the Glasshouses clusters. Of course, because it has the 'home' vibe! By 'home' vibe; I mean Indonesian temperature. :p Whenever I missed home during few years back, I've always run to the Garden and roamed around the Lily House; feeling nostalgic and sentimental. Familiar plant colours and shapes, familiar weather, and familiar feelings, too. I felt I was not too far away. My energy then got recharged easily soon after.


Broad leaves, exotic colours, and unusual patterns

My fave corner of the House :) Can you see the ferns in the shade below?

The 'home-y' vibe: South East feel in the North


Compare to many other botanic gardens in the UK, the one in Oxford is relatively small in size - though it has quite plentiful plant collections. Some had been captured also in my Flickr album, dedicated to the Garden. The city surely has many things to offer, but if you ever visit the city someday, be sure to go visit the Botanic Garden. Because... Who doesn't love plants?

♥ : Patterns in the UK

It's been almost three years (since the last time I posted here). I hope everything was and is going well in life with all of you readers. For me; I have to say I was and am very grateful. Some things were inevitably changing in their own pace and rhythm. Some moments were not our favorites, but most of them were actually ones of the happiest moments of our lives. Some were being told somewhere, some were forgotten, but some are just best to be kept by heart. But I'm glad that few things remain the same. Just like my everlasting fondness of pattern and texture. I've never get tired or bored of it, at least not in the last three years!

So here are some 'souvenirs' from years back; to show my appreciation of my last three years journey, and of course to make an excuse of not being able to keep a promise to myself to regularly update this rather abandoned blog. I can say that they had witnessed some of my best - and worst, probably - memories over the years. All were captured by phone and my best buddy Babalooey the camera; ranging from the Northern to the Southern part of England, the United Kingdom.



P.S. Suddenly I got this rather groundbreaking, philosophical notion that memories and moments are just like patterns.. But then I realized that I was being too sentimental and I got to stop. Haha. :)

Padang: Kampuang Bundo

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

So grateful that I finally got a chance to visit my mother's hometown; Padang. The first time I got there, I immediately got captivated by the beautiful sceneries and Bagonjong; its traditional pointy-shaped roof. I've seen more than thousands of those from the pictures, but it's different. Yes it's truly different; the feel of looking at the architecture from books or magazines and by experiencing the architecture by our own senses. Will surely explore it again someday! *Aamiin. :)

All taken with Minolta Riva zoom 150, on Fujifilm Superia 200. More photos of Padang on film Flickr set.

April 24th 2011: An Impulsive Trip!

di suatu siang, sy dan seorang teman yang sebelumnya memang sudah janjian akan jalan2 ke daerah atas bandung memutuskan untuk mencari tempat untuk makan siang setelah cukup lelah berjalan kaki. bingung mau ke mana.. kami pun ahirnya menamai jalan-jalan-ngga-jelas ini dengan impulsive trip. lol. :p

akhirnya kami masuk ke suatu tempat di mana di depannya terdapat plang bertuliskan 'taman ice cream'. yup, namanya exciting banget kan, apalagi buat cewek2. hehe. it is. sebenernya dari dulu (sejak kami sering main ke atas sini) kami udah merencanakan buat mengunjungi tempat yang satu ini.

kami masing2 memesan es krim. rasa es krimnya vintage banget (heu, kaya yang udah pernah idup di jaman dulu aja hahaa), rasa es krimnya ngga kayak rasa es krim-es krim jaman sekarang. dan begitu kami tanya, ternyata memang es krim ini homemade alias bikinan mereka sendiri. ada lumayan banyak pilihan rasa. hmmm... sure we'll be back again to taste another menu :)

kenapa dinamain taman ice cream? mungkin karna tepat di depan rumah tempat jual es krim tersebut ada taman bunganya, dan di taman bunga itu juga ada beberapa tempat duduk plus saung untuk tempat makan para pengunjung taman ice cream ini. tempat yang menurut sy sangat oke untuk berlama2 makan es krim menikmati sejuknya udara bandung garis miring lembang. hehe.

saat sy sedang asik foto2 taman tsb, ada seorang bapak yang mengajak sy melihat suatu tanaman berwarna pink salem yang juga ada di taman itu, yang ternyata berspesies yang sama dengan pisang. sang bapak yang berwajah blasteran tsb ahirnya mengajak sy berkenalan. "bapak asli bandung?". beliau menjawab "kamu jangan takut2, kalo mau nanya langsung aja to the point... kamu pasti mau nanya gini kan : bapak darimana, kok mukanya bule sih?". hahaha. bener banget pak, emang mau nanya gitu sih sebenernya. was just trying to be polite. hehe.

satu orang bapak lagi datang menghampiri kami, beliau sepertinya teman dekat si bapak yang ngajak sy ngobrol pertama tadi. beliau membawa kamera pocket. "suka foto2 ya mbak?", sahut si bapak yang kedua, mungkin karena melihat sy membawa kamera, dua biji pula dan dikalungin. ternyata tak dinyana, beliau juga gemar fotografi. "bapak suka fotografi juga?". "dulu saya sempat jadi pemenang salah satu kontes fotografi yang diadakan oleh nikon...".

ahirnya beliau mulai bercerita pada kami (saya dan teman sy) tentang petualangannya selama ini di dunia fotografi. sebenernya dunia fotografi sudah lama ngga dia tekuni lagi, mungkin hanya saat dia masih muda dulu. beliau mengaku saat ini sedang suka dengan teknik fotografi still life macro. beliau ngasi contoh, langsung aja kami diajak mendekati suatu tanaman yang lagi berbuah (warnanya orange, entah namanya apa). beliau menerangkan kalo foto still life yang bagus (terutama untuk objek2 kayak tadi) adalah di waktu pagi hari; saat keberadaan sinar matahari masih tergolong biasa dan hangat, ngga seekstrem siang hari yang menyengat dan sekuat sore hari yang sangat kontras. akan lebih bagus lagi kalo ada embunnya, tambah beliau.

baru ngobrol2 sebentar, tiba2 hujan turun. cukup deras juga. ahirnya kami berteduh ke bawah saung tempat kami makan es krim tadi, sekaligus juga untuk menyelamatkan kamera2. hehe. sementara kedua orang bapak tadi masuk ke dalam suatu rumah / villa di samping toko es krim tsb. hari itu rumah tsb terlihat cukup ramai, seperti sedang reuni kecil2an teman2 bapak tadi.

setelah terasa cukup reda, kami membayar es krim. namun hujan masih saja mengguyur, dan kami ngga bawa payung. ahirnya sang bapak tadi keluar dari terasnya dan mengajak kami masuk. yah, sekedar ngobrol2 menunggu hujan reda.

kami masuk ke ruang tamu, dan melihat foto berbingkai, yang ternyata adalah istri dari beliau. foto tsb sekilas terlihat seperti foto studio; alias foto yang diambil di studio menggunakan peralatan2 foto studio yang cukup heboh. namun ternyata bukan, beliau bercerita kalo foto tersebut beliau ambil di outdoor saat kira2 sore hari, dengan kondisi sinar matahari secukupnya. saat itu sinar mataharinya ngga menyinari si objek dengan baik (sy lupa lagi menyinarinya dari sebelah mana), yang pasti ahirnya beliau mengakali kondisi tersebut dengan menggunakan blitz dari bagian bawah kamera sebagai cahaya buatan untuk memotret istrinya di outdoor tadi. ya, beliau bilang beliau menggunakan salah satu jenis kamera leica jaman dulu, dengan blitz yang terletak di bagian bawah kamera. sehingga ahirnya foto tersebut jadi terlihat seperti hasil foto studio. trik yang oke banget, pikir saya waktu itu.

iseng sy nanya sesuatu tentang gimana caranya supaya hobi motret pake teknik analog di jaman sekarang ini lebih murah dan praktis. karna seperti yang kita semua tau, motret dengan teknik analog di jaman sekarang agak2 kurang praktis sebenernya (kalo dibandingkan sama teknik digital), mulai dari waktu, tenaga, dan finansial. yang beliau sarankan adalah pakailah digital, menurut beliau lebih oke, karena lebih murah dan lebih fleksibel. kalo salah tinggal hapus dan ulang motret lagi. ya, sy setuju itu. hehe. dan beliau menyarankan juga trik yang satu ini karna sepertinya beliau menyadari kalo sy agak2 bersikeras minat make teknik analog (hanya karna alasan lebih menantang, seru, dan grainy, hehe :D); yaitu cuci sendiri! "sediakan saja ruangan sekian kali sekian di dalam kamar, yang kamu sulap sendiri menjadi kamar gelap". beliau juga menjelaskan sedikit mengenai isi dari kamar gelap tsb, dan gimana cara mengurusnya. ruangan tsb bisa dikasi van ventilasi, tapi ventilasinya dibikin sedemikian rupa sehingga cahaya ngga bisa masuk, bisa dibikin dengan angle yang sesuai dan ditutup dengan kasa. ide yang sangat menarik.

beliau lalu minta waktu sebentar untuk mengambil sesuatu di bagian rumahnya yang lain, sementara sy dan teman sy menunggu di ruang tamu.

sesuai yang kami perkirakan, beliau membawa beberapa koleksi foto hasil jepretannya jaman dulu! dan tentu saja, hasil jepretan jaman dulu berarti diambil dengan menggunakan teknik fotografi analog, kurang lebih pasti menggunakan film. ternyata beliau cukup rajin mencetak foto2nya, beberapa foto ukuran 4R terselip2 di antara album2 foto yang beliau bawa. ada juga yang berukuran 8R. kalo saya boleh komen, semuanya bagus-bagus! berkarakter, i'd say. di antara sekian banyak album fotonya, yang paling menarik minat sy adalah yang berisi foto2 hasil jepretannya di bali. beliau kemudian bercerita tentang perjalanannya dulu ke bali, dan mengakui kalo bali sangat oke dan sangat fotogenik, terutama bisa dilihat dari ekspresi dan cara berpakaian dari masyarakat bali itu sendiri. masyarakat pedalamannya pun ramah, easy going, dan ngga malu2 kayak mayoritas masyarakat pedalaman lainnya di Indonesia. oleh sebab itu ahirnya beliau mengaku bisa dapet banyak jepretan human interest yang bagus2 di sini, dengan alasan masyarakatnya yang seru dan mudah berbaur. tentang bali yang sangat fotogenik, sy sangat setuju. memang baru satu kali mengunjungi pulau dewata ini dan hanya untuk beberapa hari, tapi sy kagum banget sama keelokannya, dan sy mengakui kalo hampir setiap sudut di bali cantik dan menarik, entah itu hal yang dominan maupun hal2 yang kurang diperhatikan orang seperti misalnya komposisi dan warna-warni kios tradisionil, dsb. kapan ya sempet ke bali lagi? hehe.

dua foto yang sampe saat ini masih sy inget saking bagusnya... foto seorang gadis bali dengan pakaian tradisional bali dan hiasan keemasan di atas kepalanya. dan yang sy suka ada satu lagi; foto dua orang wanita sedang berdandan; yang gesture-nya sangat natural dengan lighting & dof yang sangat2 pas rasanya. sukaaaa ;)

oya, beliau juga cerita kalo beliau sukanya pake olympus. beliau sempat cerita tentang lensa dan ring-nya, tapi sy kurang memperhatikan tentang olympus tadi. keasikan liat foto2nya beliau. hehe.

beliau juga memperlihatkan beberapa jepretannya di belanda. beliau sempat bersekolah di sana. pernah saat dulu beliau memotret suatu bangunan rumah dan lingkungan sekitarnya, dan beberapa taun kemudian saat beliau kembali ke belanda, beliau memotret rumah tsb dengan angle dan komposisi yang sama dengan waktu beliau memotret pertama kali dulu. dan ternyata hasilnya sama, alias ngga ada perubahan pada daerah tsb. beliau bercerita kalo di belanda (dan mostly di negara2 di eropa sih sepertinya) jarang banget ada bagian dari kota yang berubah (misalnya yang tadinya rumah warna coklat, beberapa taun kemudian berubah jadi warna biru, ataw misalnya beberapa taun kemudian di sampingnya jadi ada bangunan lain, dsb), karena memang kebijakan dari pemerintahnya yang cukup strict mengatur perencanaan kotanya, termasuk hal yang berhubungan dengan visual estetis kota. beliau juga sempat ngasitau kalo di bandung minggu depan (tanggal 30 april kalo ngga salah waktu itu sih) ada acara open house budaya indonesia-belanda... wah menarik juga.. tapi ternyata saat itu sy dan teman sedang sama2 ngga bisa (sy lagi ngga di bandung dan si teman lagi lembur). sayang sekali.

fotografi bisa mengasah skill socialize. emang ngga tiba2 jadi langsung bisa bersosialisasi dengan lancar bgt sama orang lain yang belum dikenal, karna semuanya butuh proses. beliau bilang perasaan seorang fotografer akan lebih halus dibanding profesi lainnya. selama ini yang sy perhatiin emang para penggiat seni umumnya punya perasaan yang lebih halus dibandingkan sama orang2 lainnya. dengan perasaan yang lebih halus inilah si fotografer jadi lebih ngerti dan mendalami gimana caranya bersosialisasi dengan berbagai jenis karakter orang. lalu beliau ngasi contoh, dulu waktu beliau masih bersekolah di belanda dan waktu beliau masih giat2nya motret, beliau sempat berniat untuk motret salah satu kawasan belanda ortodoks, di mana masyarakatnya juga agak sedikit tertutup dan strict terutama bila ada pendatang baru yang ternyata bukan orang lokal. tapi dengan kemampuan beliau bersosialisasi dengan luwes dan easy going, entah gimana jadinya ahirnya beliau bisa mendapatkan beberapa jepretan di kawasan tsb. waw. ini mengingatkan sy sama cerita guru sy jaman SMP dulu tentang beberapa daerah pedalaman di Indonesia yang konon katanya sulit sekali kalo mau dipotret karna masih sangat alami dan asli, dan masyarakatnya sendiri yang ngga pengen terekspos.

jangan cuma jadi burung dalam sangkar. beliau bilang kalo mau belajar fotografi, jangan hanya berkecimpung dalam satu klub. kita harus bisa bereksplorasi sendiri. melancong ke mana2, mencari hal-hal baru; supaya nantinya cepet berkembang. fotografi itu perlu sense, dan ngga semudah itu untuk memperoleh sense yang oke, karna sense harus diasah supaya terus berkembang. ngga bisa hanya dengan motret yang cuma bentar2 dan jarang melihat sekitar. beliau berbagi seolah ngerti apa yang selama ini kami perlukan, karna memang sebenernya itulah dasar fotografi yang kebanyakan diabaikan oleh para penggemar jepret menjepret.

oya, beliau juga bilang kalo seandainya mau hunting, kalo bisa berempat atau berlima aja, karna dengan begitu akan lebih efektif. jumlah empat atau lima orang adalah jumlah yang cukup efektif apabila akan hunting foto, supaya nantinya hasil foto yang diperoleh ada perbandingannya. dengan ada perbandingannya antara temen, kita bakal belajar lebih banyak. kalo lebih banyak dari jumlah itu, kurang lebih akan semakin ribet. kalo lebih sedikit dari jumlah itu juga, terlalu sedikit. juga kalo ternyata ada perubahan rencana dalam hunting, kalo jumlahnya kebanyakan maka akan semakin ribet menentukan mau hunting ke mana karna semakin banyak kepala berarti semakin banyak ide. kalo jumlahnya terlalu sedikit, perjalanan hunting mungkin akan terasa krik2 dan kurang bervariasi. saran yang cukup oke juga untuk dipertimbangkan kalo mau hunting2 iseng.

blossomhari sudah mulai sore, dan hujan pun sudah benar2 reda. alhamdulillah. sy dan temen sy terkagum2 akibat cerita si bapak yang mengerti banyak tentang dunia fotografi. teman2 si bapak pun sudah banyak dan mulai berkegiatan di teras rumah villanya, entah mau ada acara apa, kami jadi merasa mengganggu waktu beliau. hehe. tapi kami yakin beliau senang berbagi ilmu dan ilmu2 yang beliau bagikan buat kami juga sangat2 bermanfaat. beberapa saat setelah kami akan pamit, datang temen beliau yang pertama menyapa dan mengajak sy berkenalan di awal tadi. stelah ngobrol2 berempat kami ahirnya berkenalan dengan bapak-mantan-fotografer-yang-sudah-ngobrol-panjang-lebar-dengan-kami tadi. ya, dari beberapa jam yang lalu saking asiknya ngobrol kami belum sempat berkenalan! hehe. sungguh pengalaman yang menyenangkan, dan hari libur yang bermanfaat karna malah dapet ilmu yang bisa dipelajari. ngga disangka banget hari libur kami yang mendadak (impulsif!) bisa jadi bermanfaat kayak gini. hehe. lain kali kami berniat ingin main lagi ke sana. senang sekali rasanya bisa bertemu dengan dua orang bapak2 yang sangat baik, seolah seperti kakek yang bijak yang ingin berbagi pada muridnya tentang ilmu yang ia miliki, supaya bisa diamalkan pada orang yang juga mencari ilmu yang sama, dan seterusnya, dan seterusnya.

sering2lah hunting dan "harus banyak jalan2!", kata beliau. hehe we will, master! ;) beliau ngasitau tempat2 terdekat yang oke buat jalan2 dan hunting, antara lain parakan, banjar asak bali, situ patenggang, ciwidey, subang/sumedang... sy masih muter otak dulu kapan bisa jalan2 lagi karna kesibukan keseharian di kantor yang agak kurang memungkinkan untuk jalan2 kecuali kalo lagi libur yang cukup panjang. yah, kalo gitu mulai sekarang nabung dan berdoa aja semoga suatu hari bisa jalan2 keliling2 Indonesia, buat sekedar melihat2, mengapresiasi eloknya tanah air :)

dan oleh2 dari perjalanan impulsifnya? beberapa jepretan, salah satunya jepretan bunga imut merah muda ini.

seneng rasanya masih diberi kesempatan mengisi hidup dengan pengalaman2 yang menyenangkan dan membangun. kadang sy merasa pemanis2 dalam hidup bisa berupa kejutan2 kecil seperti halnya hari di saat kami jalan-jalan iseng ini. bikin senyum terus sampe besok paginya saat di perjalanan kembali menuju bogor :)

Tentang Bogor

hai blog. sy balik lagi. hehe. ini postingan ketiga dari kota bogor. ya, bogor. salah satu kota di indonesia yang dikenal dengan kota hujan. oya, ada sebutan lain buat kota ini yang sy juga baru tau. kota sejuta angkot. haha.. kirain bandung.. taunya bogor pun *lebih* penuh sesak dengan angkot dibanding bandung.

sejak tanggal 2 januari 2011 kemarin, sy resmi ngekos di bogor. kali ini pengalaman kedua sy jadi anak kosan, yang pertama beberapa bulan lalu (juni - agustus), di semarang. hmm kadang berpikir, nomaden kayak gini seru juga, jalan-jalan di kota yang sebelumnya belum pernah didatengin.. dan tentu saja ditemani si kamera. hehe. pengalaman yang buat sy sangat2 seru.. yah, walopun kota yang dikunjungi (dan ditinggali)-nya baru kota2 di pulau jawa aja.. itu pun kota2 besar. hehe.. tetep seru kok.

kesan pertama tentang bogor... hujan! ya, seperti yang banyak orang bilang - bogor kota hujan - ternyata terbukti... hampir tiap hari hujan. hujannya pun ngga kayak hujan biasa. biasanya sebelum hujan, cuaca di luar cerah2 aja; langit biru, awan ngga gitu banyak, ngga mendung.. tapi tiba2 aja dalam sekejap langit berubah jadi mendung dan ahirnya hujan... hujannya juga kadang ngga dimulai dengan rintik2/gerimis.. tapi langsung aja hujan deras. aneh. haha... sy masih belum terbiasa dengan fenomena ini.

hello from bogor

bogor adalah kota di pulau jawa yang paling ijo (lagi2 subjektip) yang pernah saya datengin. kesan ijonya dapet banget, mungkin karna bagian tengah dari kota bogor adalah kebun raya bogor, yang isinya adalah ijo-ijoan alias pohon, tanaman, dan segalanya yang masuk dalam kategori flora. kota yang buat sy sangat cantik karna hehijauannya. jauh lebih asri dibanding bandung dan semarang..

oya, di kota ini ada istana bogor yang di halamannya yang luas jadi tempat kongkow2 para rusa... ya, rusa! huwaaa... inget bambi jadinya sayah. hehe. jadi inget dulu pernah nginep di bogor bareng keluarga besar, tepatnya di hotel salak yang letaknya tepat di depan istana ini. waktu itu kami keluar hotel, dan melihat di seberang jalan ada rusa.. tapi rusanya di luar pagar istana.. alias di trotoar! waktu itu sy merasa 'wah kota bogor ini ramah banget ya.. sampe2 rusa aja berani keluar/dikeluarin di jalanan'... hehehehe, maklum pikiran anak smp yang masih sangat naif. beneran kaget banget waktu itu karna rusanya di luar pagar.. tapi ahirnya sekarang dikasitau sama orang2 bogor, kalo rusa2 itu ngga dibolehin keluar dari halaman istana. rusa2 tadi boleh berinteraksi sama pengunjung tapi dibatasin sama pagar istana, dan cuma sebatas bisa ngasih makan aja (wortel, dsb). pengunjung pun ngga boleh masuk ke area istana, cuma di saat ada event2 tertentu aja baru diijinin masuk. hmm... jadi waktu itu sy dan sekeluarga beneran ngeliat rusa di luar pagar ngga ya?

sy sendiri belum menjelajah kota ini... mungkin kapan2, dalam waktu dekat ini mau melihat2 bogor dan sekitarnya. hehe, sekedar liat2 dan mengabadikan, seperti yang biasa sy lakukan. oya, sy di sini ngekos bersama dengan seorang teteh yang juga dari jurusan yang sama, dan ternyata keterima di kantor yang sama pula.. hehe.

sekian kesan pertama tentang bogornya. hari ini tepat 17 hari sy tinggal di kota ini. mata udah sangat kriyep2.. cuma coklat delfi panas yang tersisa 1/3 gelas dan playlist winamp aja yang masih setia menemani malam ini. now playing : I'll See You In My Dreams, by Joe Brown. see you later, blog.. smoga pengalaman di bogor kali ini bisa jadi pengalaman yg berharga.. :) aamiin YRA. goodnight.

Jogja and Small Happy Things :)

hari sabtu tanggal 24 juli kemarin, sy dan seorang teman kp pergi ke jogja, mengunjungi teman yang kp di jogja. sebenernya pergi ke jogja mengunjungi teman kp lain ini udah diniatin sejak lama, bahkan dari sebelum kami2 berangkat udah pada saling janji 'main' kalo udah pada di kota kp masing2 nanti.

banyak hal-hal kecil yang menyenangkan selama main 2 hari ke jogja kemarin. foto2nya, menyusul. baru ngerasa ternyata ribet juga mendokumentasikan sesuatu. :p tapi mendokumentasikan itu seru, entah itu melalui foto maupun tulisan. ya, mengabadikan momen dan hal-hal kecil menyenangkan lainnya sangat seru menurut sy. hehe.

bus ekonomi
kami naik bus ekonomi ke jogja, yang ongkosnya cuma rp 20.000,-/orang. menyenangkan, walopun tempat duduknya sempit dan panas tentunya. tapi pemandangan yang bisa dinikmati dari balik jendela dan jangka waktu yang ditempuh buat nyampe tempat tujuan ngga kalah dari bus kelas eksekutif. dapat hiburan lagu-lagu gratis dari belasan pengamen di sepanjang perjalanan, plus tawaran-tawaran menarik dari para pedagang; mulai dari makanan kecil kayak tahu, buah, dodol, es teh, dsb sampai buku-buku pelajaran seharga rp 5.000,- (misalnya 1001 resep masakan jawa atau buku pintar geografi dunia), semuanya ada di bus ekonomi. komplit kan? sy yang hampir amat sangat jarang naik bus (biasanya ngangkot kalo di bandung atau mau ke mana2), jadi merasa ada kesenangan tersendiri naik bus. sampe di jogja jam 4an, yang berarti perjalanan dari semarang ke jogja kurang lebih 4-5 jam di siang hari (kalo di pagi hari kurang lebih 3-4 jam, karna jalanan masih sepi).

sendratari ramayana
sampe di jogja, malemnya kami langsung dibawa nonton acara ramayana ballet alias sendratari ramayana di kawasan pertunjukan candi prambanan. jadi inget jaman karyawisata SMP dulu. tapi dulu karna masih cilik (hehe), sy ngga ngerti apa yang ditampilin di panggung. setelah seharian jalan ke sana ke mari buat keperluan studitur, malemnya dibawa nonton sendratari ramayana yang super gemulai. tentu saja sy yang waktu itu masih anak2 kecapean dan sama skali ngga fokus nonton acara tari-menari itu. alhasil banyak juga temen2 yang di malem itu ketiduran waktu nonton. hehe. sekarang di usia kurang lebih 20 taun, sy udah bisa menikmati asyiknya nonton pertunjukan tari ini. ya, walopun ngga bisa dipungkiri juga agak mengantuk di beberapa adegan tarian. didukung pula sama iringan lagu2 jawa yang dimainin sama gamelan, lengkap dengan alunan suara sinden yang melambai2. karna kami beli tiket yang kelas 2, jadilah akhirnya kami dapet tempat duduk di samping panggung. view-nya lumayan, cuma agak kurang enak kalo mau foto2. enakan dan bagusan view dari kursi penonton kelas VIP atau kelas 1 tentunya (ya iyalaah). oya, tiket untuk kelas 2 rp 75.000,-. terus kalo mau potret2 selama acara berlangsung, kena charge kamera rp 5.000,- saja. dan kalo mau potret2, saran sy sebaiknya bawa lensa tele, jadi bisa foto2 tariannya dari jarak jauh (apalagi kalo kebagian tempat duduk yang jauh dari panggung). kalo ngga punya lensa tele ya gapapa. seperti sy ini, motret2 sekenanya aja pake lensa standar. ehehe.

angkringan!
akhir2 ini sering denger istilah 'angkringan', tapi sy sendiri ngga tau artinya. ada yang tau artinya? pas sy nanya ke temen2 yang kp di jogja yang ngajakin ke angkringan mereka juga ngga mau jawab, cuma bilang "udahlah ikut aja, liat aja.. baru bisa ngartiin". beuh, makin penasaran aja sy sama angkringan. abisnya ngga kebayang. dan saat itu juga lagi ngga bisa googling. ahirnya sy ikut ke angkringan, yang ternyata tersedia dengan jumlah sekitar belasan di suatu jalan di jogja (lupa nanya nama jalannya apa). ternyata angkringan itu kegiatan jual makanan di gerobak, dan makanan yang dijual makanan-makanan kecil kayak gorengan tempe, sate usus, satu telor puyuh, dan nasi kucing. selain itu dijual juga minuman hangat kayak susu jahe, kopi, teh. dsb. 'angkring' sendiri berasal dari bahasa jawa yang berarti duduk santai (sumber : wikipedia).

nasi kucing, pertama denger sy langsung kebayang makanan yang biasa dikasi ke kucing; nasi yang diremas dengan ikan atau ayam. tapi ternyata nasi kucing ini cuma nasi biasa yang dibungkus sama daun. kenapa disebut nasi kucing, karna porsi nasinya dikit, kira2 cuma segenggam tangan orang dewasa. dan kalo daun pembungkus nasi ini dibuka, di bagian bawah daun yang membungkus nasinya ada sambel teri yang juga imut-imut. memang kalo boleh dibilang porsinya terlalu kecil buat sy (haha), tapi sangat manis! alias cute. hehe. no, actually it's not 'that cute' like sweets, teddy bear, or unicorn. sy memang lebay, hehe. harga makanan2 ini pun sangat terjangkau, antara rp 1.000,- sampe 2.500an. oya, satu lagi yang unik, pengunjung angkringan biasanya makan dengan lesehan di sepanjang jalur pedestrian di jalanan2 jogja. i'm amazed. di sepanjang jalur pedestriannya disediain tikar, jadi pengunjung yang biasanya dateng banyakan bisa duduk2 di situ sambil menikmati sajian angkringan. suasana malem di jogja jadi rame, mungkin juga salah satunya karna keberadaan angkringan ini.

pengamen jogja yang oh-so-sweet
waktu kami duduk2 di trotoar menikmati makanan angkringan, tiba2 dua orang pengamen datang menghampiri. tiba2 nyanyi lagu, yang sy juga ngga inget lagunya apa. selesai menyanyikan satu lagu, yang main gitarnya nanya "mau lagu apa lagi?". yang lain bingung, sy juga bingung. ternyata bisa request, asik.. hehe. sy hobinya request lagu. jadi inget jaman2 denger acara siaran radio beatles tiap malem di bandung dulu waktu jaman SMP-SMA. sy "bisa lagu beatles ngga?". lalu si mas2 pemain gitar diam sejenak, raut mukanya kayak lagi berpikir, berusaha mengingat sesuatu. tiba2 beberapa detik kemudian... "close your eyes, and i'll kiss you.. tomorrow i'll miss you, remember i'll always be true..".. yey, all my loving! hehehe. sy pun sangat excited dan ahirnya ikut menyanyi. abis itu yang lain juga pada request.. dan udahan setelah memainkan sekitar 3-5 lagu. makasih mas pengamen :) malam yang menyenangkan itu tentu saja belum lengkap tanpa beatles. ;)

sarapan pancake dan mug beatles
pagi hari makan pancake yang dibikin sama sodaranya tie, mbak put. sy cuma bantu2 dikit. kalo balik ke bandung ntar langsung merencanakan buat nyobain bikin pancake juga, abisnya ternyata (terlihat) cukup mudah. hehe. excited ngeliat saus karamel, selai kacang, parutan keju, dan beberapa potong buah stroberi. mmm :9 oya, sarapannya juga dibikin kaget karna tiba2 di dapur sy menemukan mug yang bergambar beatles. wow. jreng jreng punya siapakah gerangan. ternyata itu punya sodaranya tie yang bikin pancake itu. mbak put ini juga suka queen. huwaa asiik, ahirnya sy juga diijinin make mug beatles-nya selama nginep di rumahnya kemarin. hehe heboh.. wew :D

susu jahe
susu jahe adalah salah satu menu yang ditawarkan di angkringan yang udah sy sebut sebelumnya. simpel aja penjelasannya, susu jahe ini susu yang dicampur jahe. rasanya? selangit. sy sangat suka sekali. entah karna malem pas pertama nyoba sy haus banget atau karna sy emang suka minuman penghangat. biasanya di bandung juga sy & kakak suka beli bajigur yang lewat depan rumah. bajigur pake jahe juga, jadi ahirnya sy bisa menarik benang merah, dua jenis minuman hangat ini enak menurut sy karna pake jahe. susu jahe ini enak banget diminum malem2 kalo lagi dingin. manis banget rasanya. selama 2 hari di jogja, sy minum susu jahe dua kali. pertama di angkringan yang sy ceritain di atas, kedua di angkringan deket rumah tempat sy nginep. tentang sensasi rasanya, sebaiknya emang dicobain sendiri. susu jahe rocks!

toko mirota batik dan pasar beringharjo di malioboro
hari minggu pagi-siang, kami diajak main ke kawasan malioboro. lalu masuk ke suatu toko yang ada di jalan malioboro, namanya mirota batik. isinya segala macem pernak-pernik di jogja, mulai dari baju sampe gantungan kunci ada semua di sini. sangat lengkap buat suatu tempat jualan oleh-oleh. barang2 bermaterial dan berwarna lucunya banyak banget, jadi aja sy moto2 juga di sini, hanya buat mengabadikan warna-warnanya. tempat ini amat sangat ramai, entah karna lagi hari minggu atau bukan. pokoknya ramenya rame banget kaya lagi di pasar, bukan di toko. jadi saat berbelanja di sini hati-hati sama barang belanjaan, tas, atau barang berharga lainnya. jadi inget waktu pertama masuk toko ini ada satu signage yang menarik perhatian sy (dan semua orang juga pastinya), "COPET DILARANG MASUK". jadi ketawaan baca tulisan itu. mana ada copet ngaku copet?

mie jowo di keraton
malam hari sebelum besoknya akan kembali ke semarang, kami diajak makan mie jowo di kawasan keraton. tentang mie jowo, sy udah cukup sering nyobain di bandung. di suatu jalan yang ada di deket cicaheum (lupa nama jalannya apa), ada suatu jalan kecil yang di dalemnya ada restoran kecil yang menjual mie jowo. restoran ini favorit nyokap juga, begitu juga tante dan kakak (bilang aja semuanya..). sy juga suka. tentang rasanya, kayanya ngga ada yang bisa ngalahin di bandung. hmm, kalo cerita beginian sy jadi kangen bandung. hehe. oya, kembali lagi ke mie jowo deket keraton tadi. daftar menunya ngga jauh beda sama yang di bandung (iya lah, aslinya gitu). ada bakmie nyemek, bakmie godog, bakmie putih (bihun), bakmie kuning (mie biasa), wedang ronde, es tape, dan sebagainya. kami makan di bagian lesehannya, di bawah langit yang lagi full-moon. cantiknya.. :) suasananya romantis, harganya juga pas terjangkau. monggo dicoba.. :)

kalo diliat-liat lagi, kebanyakan cerita tentang kuliner ya? haduh :)) maaf. gimana dong yang paling nyantol di pikiran sy berarti cuma makanan pas di jogja. over all, it was a great weekend-trip, enjoyed it very much. bener2 2 hari penghibur buat segala pikiran di kepala. thanks to tie, nita, dan mbakput! :)

'Stasiun', Pak, Bukan 'Stadion' ☻

dua hari yang lalu, sy pulang ke bandung. sebelumnya kami udah beli tiket semarang-bandung, yang berangkat hari kamis malam pukul 20.35. sekitar pukul 20.00 kurang kami memesan becak, minta dianter di stasiun. tidak ada firasat apa2 saat ini, sy juga masih yakin insyaAllah smua berjalan dengan baik2 aja.

setelah naik becak menyusuri jalan2 yang ternyata kurang kami kenalin, sy mulai agak curiga; kenapa blum sampe2 ke daerah yang sy kenal deket dengan stasiun tawang? masih berusaha positif thinking; si abang becaknya tau jalan pintas untuk menuju stasiun. beberapa menit kemudian sy ngeliat lahan/bangunan gede yang kosong dan gelap. apa itu, sy mulai bertanya2. abang becak pun menepi, lalu bilang "mau turun di mana?". sy "loh, ini di mana pak?". beliau bilang "katanya mau stadion kan?". jreng jreng jreng. sumpah rasanya seluruh energi positif sy luruh seketika pas si abang becak bilang gitu dengan santainya. astagfirullah.

spontan kami teriak ke dia "STASIUUUN!". lalu beliau ngomong dengan tanpa rasa bersalah "oh, sy kira stadion". OMG!! sy kesal bukan main. widya melihat jam dan jam udah menunjukkan pukul 20.27. "pak bisa ngebut ngga?!".. becak pun ngebut tapi ya ngebutnya becak gimana sih, tau kan kalo jalannya ngga gitu cepet juga. yang bikin kesel adalah beliau senyam-senyum-kaya-ngga-bersalah dan pas beliau papasan sama temen2nya malah becandaan. WEW. sangat2 tidak bisa dimaafkan saat itu. lagian.. siapa yang mau ke stadion sepi gelap begini malem2, pak?

di saat2 hectic dan galau di atas becak saat itu, tiba2 di tengah jalan kami ngeliat taksi. langsung aja kami teriakin "TAKSII!". becak pun berhenti mendadak, lalu kami langsung masuk secepatnya ke dalam taksi. "stasiun tawang ya pak... ngebut!". dan bener aja, taksinya NGEBUT BANGET. wew.. ngebutnya parah, sampe sy baca2 sepanjang perjalanan. takut setengah mati!! untung aja jalanan semarang jam2 segitu udah sepi. kami berhenti2 karna ada beberapa lampu merah. sepanjang perjalanan kami curhat sama abang taksinya, walopun sambil ngobrol tetep aja kerasa banget sport jantungnya.

sy udah ngga berani liat jam. sangat2 ngga berani. ahirnya, hanya dalam waktu yang sangat singkat, taksi kami masuk ke stasiun tawang, dan disambut sama seorang satpam. "ngejer yang ke mana mbak?". supir taksi tsb bilang "ke bandung". dan inilah jawabannya yang tidak ingin sama sekali kami dengar sebenarnya.. "oh, kereta ke bandung udah jalan".

tapi tetep aja, taksi masuk ke drop-off stasiun sambil ngebut, kami bayar dan turun. masih dalam keadaan panik dan gemetar, sy nutup pintu taksi tanpa sadar dengan sangat kencang sampe semua orang yang ada di sekitar ngeliat, termasuk si pak supir. baru sadar!! astagfirullah. lalu sy bilang ke beliau "maaf ya pak!".. ya ampun, sy ini kenapa sih.. lari ke dalam dan.. ya.. dikasitau kalo kami resmi ketinggalan kereta.

berusaha kepala tetap dingin, kami disaranin buat nemuin kepala stasiun. pas ngobrol2 sama penjaga stasiun, penjaga tsb bilang banyak yang ketinggalan kereta ke bandung, lalu beliau nunjuk ke kumpulan orang di depan loket. wew, banyak juga. termasuk sy dan widya. ahirnya sy ke ruangan kepala stasiun, dengan kepala yang sulit skali buat dingin (panik beneran) menceritakan semua yang terjadi. dan alhamdulillah banget pak kepala stasiunnya baik hati dan sangat2 bisa menenangkan pelanggan. beliau ngga menghanguskan tiket semarang-bandung sy, malah ditandatangani acc untuk ikut naik kereta jurusan surabaya-jakarta lalu turun di stasiun cirebon. tapi beliau juga bilang kalo kami ngga dikasi tempat duduk di kereta tsb, cuma kalo ada yang kosong, kami boleh duduk. yang penting kami 'ikut kebawa' naik kereta tsb. terima kasih banyak, pak.. sayangnya ngga sempet nanya namanya. beliau sangat menenangkan.. :'( tiba2 sy jadi kangen ayah.

beliau juga bilang, sy terlihat panik tapi widya terlihat nyantai aja. hmm.. sy rasa setiap orang berbeda mengekspresikan rasa paniknya.. sy yakin wid juga panik, hanya saja dia pandai menyembunyikannya. satu hal yang ngga sy lupa dari percakapan dengan bapak kepala stasiun itu "kereta itu maunya ditunggu, bukan menunggu". thank you, i won't forget it. ahirnya kami keluar dari ruangan kepala stasiun dan menunggu kereta jam 10 tsb datang, dengan perasaan harap2 cemas.

kereta pun datang. rame banget orang yang masuk, dan ternyata ngga ada kursi kosong yang tersisa. jadilah ahirnya kami berdiri di antara gerbong (lorong kecil di kereta yang tepat di sampingnya ada toilet, dan di kedua ujungnya ada pintu keluar), bersama2 dengan 3-4 orang bapak2 yang merokok. berada di ruangan sesempit itu sambil berdiri dengan orang2 yang ngga dikenal dan bau asap rokok, dan pikiran yang stress kesal dan kecewa, membuat sy semakin galau. ngga ada hal yang mendukung mood jadi baik kembali, semua keadaan yang ada saat itu menjatuhkan sy rasanya. tiba2 hp di kantong celana sy bergetar, dan ternyata dari rumah di bandung. awalnya sy ngga ingin mengangkatnya tapi ahirnya sy angkat juga karna sy bener2 butuh curhat. suara ibu terdengar di sudut sana "halo tya? kamu gimana?". mendengar suara ibu seketika itu juga membuat sy ngga tahan, ahirnya tangis sy keluar juga. suaranya menenangkan, lagi2 sy diminta untuk sabar.

kereta pun jalan, dan kami masih berdiri. tiba2 ada dua orang bapak2 keluar dari gerbong dan masuk ke lorong kecil tempat kami berdiri, beliau nyuruh kami duduk di tempatnya. atau setidaknya nyuruh kami masuk ke gerbong. awalnya kami nolak duduk di kursi bapak2 itu, tapi karna dia agak memaksa dan dia bilang dia mau di lorong kecil itu aja karna mau ngobrol sama temennya dan mau ngerokok, ahirnya sy terima juga tawarannya. ahirnya kami duduk di kursinya, dengan perasaan yang masih ngga enakan. alhamdulillah. tapi emang kalo dipikir2 lorong kecil itu kayanya bukan ruang yang bisa dipake cewe buat menunggu sambil berdiri. kalo mau juga nunggu sambil berdirinya di dalam gerbong, jangan di luar gerbong. semalaman itu sy ngga bisa tidur walopun ngantuk, menoleh2 ke arah lorong kecil tadi, kalo2 aja bapak tsb pengen duduk lagi di tempatnya. bener2 malem yang ngga bisa dilupain sensasinya. di saat itu juga sy ngerasa sangat kesepian.

beberapa penumpang kereta nanya2 ke kami, tentang yang kami alamin barusan. ada yang ketawa, ada yang mengata2in abang becak yang tadi, dsb.. intinya semua membuat keadaan jadi lebih baik. mereka nyaranin buat naik kereta ini aja sampe di jakarta (sebenernya sy sangat ingin), tapi karna satu dan lain hal, kami tetep harus turun di cirebon malam itu juga. cemas, kalo seandainya nyampe cirebon jam 2an, karna ngga tau tempatnya gimana dan blum bisa membaca keadaan sebelumnya gimana. tapi ternyata kami nyampe stasiun cirebon jam 03.30an, hampir jam 04.00 yang berarti hampir subuh. di stasiun cirebon tsb juga udah ada beberapa orang (tukang jualan, penumpang, penjaga, dsb) dan terang.

sebelumnya, bapak2 yang menawari kami kursi kereta tadi ngasi beberapa nasehat dan ngajak ngobrol sepanjang perjalanan. mereka baik banget :) sy pun jadi ngga sedih lagi, dan lupa kalo masalah ini menyebalkan. sampe ada yang menawari ongkos kalo2 seandainya kami ngga bawa ongkos. terima kasih, bapak2 sekalian.. jasa bapak2 akan slalu sy ingat. :') hix.. sediiiih.. terharu. beliau bilang beliau ingat anak2nya pas ngeliat kami berdua, jadi aja mereka simpati.. subhanallah.

sampe di stasiun cirebon, kami duduk di tempat menunggunya, menunggu jam sampe jam 4an. karna waktu kami sampe jam masih menunjukkan pukul 03.30an, yang berarti jalanan di luar stasiun itu juga masih sangat2 sepi tentunya. 04.10, kami keluar dari stasiun, naik becak (ahir2 ini sy jadi parno denger kata 'becak') menuju ke polsek kedawung (menurut penjaga stasiun cirebon, kami bisa dapet bis cirebon-bandung di depan polsek kedawung tsb). ternyata polsek ini jauh juga dari stasiun, tapi kata abang becaknya lebih jauh lagi stasiun-terminal daripada stasiun-polsek. padahal tadinya kami niat mau ke terminal aja. huff. alhamdulillah. malu bertanya sesat di jalan; pepatah ini bener banget deh.

nyampe di depan polsek, kami turun, dan abang becaknya sangat baik; beliau menunggui kami sampe bis cirebon-bandung lewat. padahal cukup lama juga, kira2 20 menitan ada deh buat nunggu bis tsb. ahirnya setelah menunggu sekian lama, bisnya datang juga. kami naik, dan alhamdulillah ahirny bisa tidur juga. bangun2 ternyata udah pagi, di daerah sumedang. alhamdulillah.. satu hal yang sy syukuri adalah langit udah terang kembali, dan bisnya juga udah diisi sama beberapa penumpang lain. hati sy jadi sangat tenang, perasaan super galau semalam hilang juga ahirnya. begitu bis sampe jatinangor, lalu ujung berung.. seorang kondektur berteriak "ujung berung, ujung berung!". dan sy pun berkaca2 waktu denger si abang kondektur meneriakkan nama daerah tsb. hehehe.. dramatis banget sih sy.. tapi rasanya senang sekali, bercampur lega. ahirnya wajah bisa kembali tersenyum. sambil memeluk erat tas yang ada di pangkuan, sy mendengarkan lagu sambil tersenyum melihat ke arah luar jendela bis yang sempit itu.

:)

maaf kalo sy agak lebay (terlalu lebay malahan). tapi ini pengalaman pertama sy ketinggalan kereta di malam hari (semoga ini yang pertama dan terahir), dengan perasaan yang campur aduk. pengalaman ini ngga akan pernah sy lupain. dan buat siapapun yang mengalaminya, semoga pengalaman ini mendewasakan kita semua. hikmahnya tentu saja; kalo akan naik bis/kereta datanglah setidaknya setengah jam sebelum kereta tsb berangkat. ingat pesan bapak kepala stasiun tadi. dan jangan lupa juga, kalo nyebut destinasi yang jelas, sebut namanya, kalo bisa berkali2 sampe orang yang dikasitau tsb bilang kita rese juga gapapa deh, asalkan orang yang dikasitau tsb tau harus ke mana destinasinya. dan yang terahir tentu saja (lagi), inget Dia di setiap kesempatan, di saat seperti apapun. aamiin.

Tentang Semarang

udah 3 minggu sy dan seorang teman kerja praktek di salah satu konsultan di semarang. yang berarti udah 3 minggu juga sy blajar hidup mandiri alias jadi anak kos. ya, slama 20 taun hidup ini (halah) sy blum pernah jadi anak kos, setiap hari tinggal sama ortu/keluarga. jadilah ahirnya stelah muncul kesempatan kp ini, sy nyoba melancarkan gol yang satu ini.. ortu pengennya sy kp di bandung aja, tapi sy milih di luar kota karna selain pengen sekalian liburan, juga karna alasan tadi. slama ini ngerasa agak kebablasan di rumah, bikin ini itu dibikinin, nyuci ini itu dicuciin, dsb dsb, kadang ngerasa bersalah juga kalo udah gini. hehe. jadilah ahirny sy nyoba meng-apply kp di semarang, karna slain emang rekomendasi dari dosen wali, skalian pengen liburan juga, dan skalian pengen nyoba hidup mandiri.. aamiin. hehehe. ah cengengesan aja ni sy. :p

begitulah. tanggal 25 malam, jam 20.30, dimulailah kehidupan (baru 'percobaan'!! sok bener ya sy hahaha) ngekos sy. hehe. emang ngga sendirian, berdua sama temen AR juga, widya. di sana ngekos di rumah salah seorang temen yang anak AR'06 juga, namanya dea. satu hal yang bikin seneng adalah tempat kantor konsultannya cuma beda beberapa rumah dari tempat sy ngekos. alhamdulillah tiap hari tinggal jalan kaki ke kantor. senengnya di deket kosan juga banyak yang jualan makanan, jadi alhamdulillah ngga kekurangan makan (kata keluarga di bandung juga sy gemukan. yey hehe). beberapa kali juga dikasi makanan gratis sama ibu kosan (makasih tante). cuma sayangnya daerah ini ngga dilalui angkot. daerah tempat kosan sy ini mirip dagonya bandung (daerah bagian atasnya semarang), kalo ngga salah namanya banyumanik. bedanya dago dilalui angkot dan transportasi umum lainnya, kalo daerah ini agak sepi kadang cuma bis aja. kalo mau naik angkot harus jalan dulu ke persimpangan.

tentang angkot. angkot di semarang terlihat (kayanya, spenglihatan sy) warnanya sama semua.. yaitu warna merah keoranye2an. jadi agak susah buat ngebedain angkot kalo ngga baca jurusan yang ada di kaca angkotnya. dan kami pernah nyasar naik angkot, sampe dibawa ke daerah pabrik2 gitu di semarang (entah di mana, kalo ngga salah namanya tenggaron), sampe ahirnya ikutan muter sama angkotnya dibawa lagi ke kota. hehe ;) tapi lumayan. nyasar means melihat2 bagian kota semarang yang lain. ruginya cuma di ongkos. hehe.



kota semarang.. kesan pertama begitu nyampe semarang adalah "kota ini sepi banget..", mungkin karna sy nyampe subuh, lalu pas perjalanan di taksi jalanan masih sangat sangat kosong. tapi emang sepi, kalo dibandingin sama bandung. jam 8-9 malem aja udah agak sepi. selain sepi, kesan pertama yang lain lagi adalah bersih, ngga keliatan ada sampah di jalanan2 kota ini. kesan pertama lainnya (banyak bgt sih..) kota ini masih sangat asri.. di mana2 hijau alias tanaman dan pepohonan, jalanan di kotanya berbukit2/naik-turun. bangunan2 lamanya juga masih banyak banget, kayanya menyebar di penjuru kota. suhu di sana emang agak tinggi (lagi2 dibandingin sama bandung), di hari2 pertama sy di sana masih harus beradaptasi dulu dengan suhunya. hehe. over all, kota ini cantik dan buat sy sgt menarik :) kadang sy ngerasa sepi, kesederhanaan, dan kebersahajaannya kota inilah yang bikin dia menarik..

sy jarang bepergian ke luar kota, jadi aja rasanya excited begitu ke luar kota dan menetap sementara di sana. segitu dulu yang pengen diceritain tentang kesan pertama semarangnya. entah kenapa jadi pengen cerita di blog (tumben jarang2 begini).. pastinya karna pengen mengabadikan momen aja. :) skarang ini lagi di bandung, weekend di bandung setelah 3 minggu di sana. sekarang sy mengerti gimana rasanya jadi anak kos, gimana kangennya sama keluarga dan sama kota yang ditinggali sebelumnya. sangat kangennn. :)

Sketching: An Ode to Burnt Orange, Pen, and Paper

Exploring ways to better understand things surround oneself, in times of traveling.